Home General Computer Multimedia Business Lounge
|
Tutor Menjadi Seorang 'Jenius'
|
|
07-20-2011, 12:30 PM
(This post was last modified: 07-20-2011 12:33 PM by bunga matahari.)
|
|||
|
|||
|
Menjadi Seorang 'Jenius'
BASIC INTELLECTUALS BUILDING
Oleh: Bunga Matahari FISIOLOGI OTAK MANUSIA MEMPUNYAI SUSUNAN SARAF YANG SAMA BAHKAN DENGAN EINSTEIN DAN TOKOH-TOKOH INTELEKTUAL DI BERBAGAI BIDANG LAINNYA Manusia diciptakan dengan rasa ingin tahu yang tak terpuaskan dan Tuhan YME memberikan alat-alat pemuasnya. Rasa ingin tahu manusia yang kemudian mendorong mereka menemukan sesuatu, memahami sesuatu, hingga menguasai sesuatu. Semua adalah ilmu, dan kemudian ilmu dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata. Khawarizmi adalah intelektual Muslim, seorang Matimatikawan ulung pertama yang hidup sekitar abad ke-19, Al Farabi seorang filosof Muslim paling terkemuka dan masyur. Ia terkenal sebagai komentator Aristoteles dan sebagai tokoh pertama dibidang logika. Socrates, Plato dan Aristoteles adalah pemikir-pemikir ulung dengan konsep filsafat dan kenegaran, mereka menjadi motor lahirnya pemikiran politik khususnya di Barat. Albert Einstein menciptakan rumus E=MC², dan mendapatkan hadiah Nobel. Ia adalah icon dunia Science abad ke-20. Al Afghany adalah pembaru Muslim yang namanya sangat termasyur di Barat, serta Imam Khomeini sangat disegani sahabat-sahabatnya dan ditakuti musuh-musuhnya karena keberhasilannya menciptakan revolusi terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Kemudian siapakah yang tidak mungkin mengenal sosok filsuf dan pemikir intelektual Karl Marx -yang dari karyanya berkembang sebuah ideologi kokoh sebuah negara-, Che-Guevara, Soekarno hingga Tan Malaka. Tidakah kita berpotensi menjadi seperti mereka, cerdas, memiliki intelektual tinggi hingga mampu melakukan terobosan di banyak bidang. Tentu saja jawabannya bisa, karena manusia diciptakan dengan kekuatan pikiran yang tidak terbatas. Quote:OTAK SETIAP MANUSIA MEMPUNYAI POTENSI YANG SAMA DENGAN OTAK ALBERT EINSTEIN (Kekuatan pikiran manusia yang tidak terbatas tersebut pertama-tama terletak pada otaknya) Membangun potensi intelektual tentu saja harus dibarengi dengan pembangunan atas kekuatan emosional dan spiritual. Dengan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual manusia sudah membangun pondasi intelektualnya yang kemudian akan menjadikan manusia sebagai mahluk yang berada pada puncak kecerdasan. I. Kecerdasan Intelektual (Intelectual Quotient= IQ) Intelectual Quotient atau yang lebih dikenal dengan IQ menjadi isu besar pada awal abd ke-20. IQ adalah merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam mengingat serta memecahkan persoaslan dengan menggunakan pertimbangan logis dan strategis. Konsep tentang IQ pertama kali diperkenalkan oleh Willian Louis Stern (1871-1938), seorang tokoh pelopor psikologi modern keturunan Yahudi yang lahir diluar Jerman. Dasar teori dari konsep IQ adalah adanya perbedaan pada tiap-tiap orang dalam hal tingkat kecerdasannya. IQ dirumuskan sebagai perbandingan umur mental (mental age) seseorang terhadap umur kalendernya (calendar age atau chronological age). Hasil perbandingan itu dikalikan 100 untuk menghilangkan angka-angka dibelakang koma. IQ = MA×100 CA MA: Mental Age CA: Calendar Age 2. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient= EQ) Emotional Quotient popular ditahun 90-an, Dipopulerkan oleh Daniel Goleman, seorang neurosaintis dan psikolog. EQ membuat manusia mengerti perasaan orang lain, memberi rasa empaty, haru, motivasi, dan kemampuan untuk merespon secara tepat terhadap kebahagiaan dan kesedihan. 3. Kecerdasan Spritual (Spiritual Quotient= SQ) Kecerdasan Spiritual popular pada awal 2000, melalui karaya DR. Ian Marsal dan Danah Zahar. SQ adalah kemampuan untuk meraih nilai-nilai pengalaman dan kenikmatan spiritual dalam kehidupan. SQ adalah intelligence yang bisa menampilkan sifat kreatif, memecahkan problem, makna hidup, dan menempatkan tindakan-tindakan pada meaning-giving context. Di Indonesia banyak sekali ditawarkan metode-metode membangun SQ, seperti maraknya training-training SQ yang dapat diikuti siapa saja, bahkan di belahan dunia lainnya. Ada semacam kehausan spiritual pada masyarakat, sebagai akibat dari paradigma modernisme yang materialistis. Banyak ketidakpastian dalam hidup yang membuat manusia mesti bersandar pada sebuah nilai yang bisa memberikan pencerahan batin/insight (nilai yang mendamaikan hidup). Kecerdasan Spiritual memberikan nilai terhadap situasi –situasi yang mengatur situasi (allowed human to guide the situation). ☻MEMBANGUN KESEIMBANGAN KECERDASAN ”SPIRITUAL QUOTIENT IS THE NECESSARY FOUNDATION FOR THE EFFECTIVE FUNCTIONING OF BOTH IQ AND EQ” Penyair Arab, seorang legendaris dunia, Kahlil Gibran dalam salah satu aforismenya, menyatakan: ”Dalam pendidikan kehidupan, pikiran berangsur secara bertahap dari percobaan-percoban ilmiah menuju teori-teori intelektual menuju perasaan spiritual dan kemudian sampai kepada Tuhan” Bahkan Albert Einstein, mengungkapkan: ”Science without religion is lame, religion without Science is blind” Sosok George W. Bush mengungkapkan alasan tersendiri dari penyerangannya ke Irak dan Afghanistan, Ia berkata: ”I am driven with a mission from God. God would tell me…George go and fight these terrorist in Afghanistan……and I did. And then God would tell me…George go and end the Tyranny in Iraq…….and I did” Namun tentu saja Spiritual tidak selalu identik dengan agama, bagi banyak orang agama tidak hanya sebatas simbolisme identitas, melebihi sebuah pandangan hidup hingga pondasi yang membuat seseorang kokoh. SELAMAT MENJADI SEORANG JENIUS!!!! |
|||
|
07-20-2011, 12:38 PM
|
|||
|
|||
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
(07-20-2011 12:30 PM)bunga matahari Wrote: BASIC INTELLECTUALS BUILDING cita-citaku jadi orang cerdik, berguna bagi nusa dan bangsa dengan SQ, IQ dan EQ yang seimbang kalo MQ==0% ![]()
|
|||
|
07-20-2011, 12:39 PM
|
|||
|
|||
|
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
mang hrus bner2 seimbang antara IQ, SQ, n EQ
![]() thanks mbak buat infonya
|
|||
|
07-20-2011, 12:42 PM
|
|||
|
|||
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
(07-20-2011 12:38 PM)od3yz yang super unyu unyu Wrote: cita-citaku jadi orang cerdik, berguna bagi nusa dan bangsa Kata pakar kalau sudah mencapai tingkat keseimbangan antara SQ, İQ dan EQ di level high, seseorang bisa menjadi, cerdas, jenius, cerdik alias banyak akal... ![]() ![]() mau seperti itu..... ![]()
|
|||
|
07-20-2011, 12:44 PM
|
|||
|
|||
|
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
ribet...
![]() gax mau ah jdi orang jenius... ![]() |
|||
|
07-20-2011, 12:48 PM
(This post was last modified: 07-20-2011 12:50 PM by bunga matahari.)
|
|||
|
|||
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
(07-20-2011 12:39 PM)dZheNwaY Wrote: mang hrus bner2 seimbang antara IQ, SQ, n EQ İya kasihnya kukembalikan.... ![]() ![]() Harus seimbang say, makanya belajar tiap detik soalnya butuh waktu lama utk mncapai tahap keseimbangan di level high.. ![]() ![]() Quote:"Malem minggu itu waktunya belajar, kalo jomblo belajar sama komputer kamu, kalo punya pacar, ajakin pacar kamu belajar bareng komputer. Selamat Belajar di Malam Minggu" (Casper_Spy) ![]()
|
|||
|
07-20-2011, 12:51 PM
|
|||
|
|||
|
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
setuju banget dengan kata mbak sun flowers
Quote:”Science without religion is lame, religion without Science is blind” terkadang di saat kita sudah terlalu lama berada di puncak dan melupakan tuhan kita seringkali bertipikal seperti org sombong ![]() teman mulai menjauh, sahabat mulai berkurang ![]() tuhan lah tempat mengadu
|
|||
|
07-20-2011, 12:52 PM
|
|||
|
|||
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
(07-20-2011 12:48 PM)bunga matahari Wrote:(07-20-2011 12:39 PM)dZheNwaY Wrote: mang hrus bner2 seimbang antara IQ, SQ, n EQ dlu wktu mcie skul SMU,,, atas penerangan mslh IQ dkk n trxta lw kita bisa menyeimbang semuanya akan lebih baik n lebih maknyusssss
|
|||
|
07-20-2011, 12:54 PM
|
|||
|
|||
|
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
jadi orang jenius syukur, enggak juga gak apa-apa , asal berguna bagi orang banyak \o/
makasih kakak artikelnya ;-* |
|||
|
07-20-2011, 12:56 PM
|
|||
|
|||
RE: Menjadi Seorang 'Jenius'
(07-20-2011 12:44 PM)tabun Wrote: ribet... Gak seribet itu kok say, asal dicoba.. Quote:"Never try never fail!! but you'd never know until you try it" Kalau sudah ada keinginan itu sudah mencerminkan seorang 'pintar' kalau sudah mencoba mencerminkan seorang 'cerdas' kalau sudah berhasil mencerminkan seorang 'jenius' ... (but yes, it does not work for everything you have been done...) So... semangat!!!!
|
|||
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
| Topic Tools | ||||||
| ||||||
| Users Browsing |
| 1 Guest(s) |























