Devilzc0de Forum Follow @devilzc0de
  • Home
  • Hacking
  • Networking
  • Programming
  • O.S
  • Server
  • Tweets
  • Search
  • Member List
  • Calendar
Current time: 06-20-2013, 12:36 PM Hello There, Guest! (Login — Register)
Devilzc0de Forum › The Lounge › Bebas v
« Previous 1 ... 45 46 47 48 49 ... 134 Next »

Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)

Home General Computer Multimedia Business Lounge

Post Reply 
Tweet
Threaded Mode | Linear Mode
Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
02-09-2012, 03:35 PM (This post was last modified: 02-09-2012 03:37 PM by assala.)
Post: #1
assala Away
Stay Cool and Be Positive ;)
**
Moderators
Posts: 2,202
Joined: Jan 2010
Reputation: 40
Thumbs Up Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)


Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama: fase to do

[Image: to_do_450.jpg]

Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

Fase kedua: fase to have

[Image: i-want-you-to-have-a-good-week_1955.gif]

Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkimpoian, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga: fase to be

[Image: cdcover-300.jpg]

Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.


Quote:Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

sumber dari kaskus smiley_beer
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
 Reputed by :  chaer.newbie(+2) , lionel(+1) , ditatompel(+1) , ketek(+1) , hyden1st(+1)
02-09-2012, 04:10 PM
Post: #2
chaer.newbie Offline
--------------------------
*****
Dewa
Posts: 5,350
Joined: Dec 2009
Reputation: 187
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
gw udah pernah ngerasain hampir semua fase kayaknya , sekarang lagi di fase Fase ketiga: fase to be metal
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-09-2012, 04:16 PM
Post: #3
assala Away
Stay Cool and Be Positive ;)
**
Moderators
Posts: 2,202
Joined: Jan 2010
Reputation: 40
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 04:10 PM)chaer.newbie Wrote:  gw udah pernah ngerasain hampir semua fase kayaknya , sekarang lagi di fase Fase ketiga: fase to be metal

wah... admin dewa euuuuuyyy mantap
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-09-2012, 04:23 PM
Post: #4
lionel Offline
./ngeFans@DC
Posts: 484
Joined: Jan 2010
Reputation: 8
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 03:35 PM)assala Wrote:  [font=Verdana]
“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)


Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama: fase to do

[Image: to_do_450.jpg]

Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

deaddead
keknya masih terjebak di fase ini...
itu aja kaga tau apa yg musti dilakukan nohope nohope
thankz om jd dpt lebih intropeksi diri nohope
tetep smangatsmangat menjalani hidup metal
Quote:nobody can go back and start new begining but anyone can start today and make new ending
metal
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-09-2012, 04:25 PM
Post: #5
cangcimen Online
./Devilz Advisor
Posts: 557
Joined: Sep 2010
Reputation: 41
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
hidup soal kontribusi bukan soal konsistensi (tante nofia) piss
_____ngacir
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-09-2012, 04:38 PM
Post: #6
assala Away
Stay Cool and Be Positive ;)
**
Moderators
Posts: 2,202
Joined: Jan 2010
Reputation: 40
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 04:23 PM)lionel Wrote:  deaddead
keknya masih terjebak di fase ini...
itu aja kaga tau apa yg musti dilakukan nohope nohope
thankz om jd dpt lebih intropeksi diri nohope
tetep smangatsmangat menjalani hidup metal
Quote:nobody can go back and start new begining but anyone can start today and make new ending
metal

sama-sama bro smiley_beer

btw, quotenya mantap om mantap


(02-09-2012 04:25 PM)cangcimen Wrote:  hidup soal kontribusi bukan soal konsistensi (tante nofia) piss
_____ngacir

lanjutkan!! mantap
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-10-2012, 12:02 AM
Post: #7
ndutz.newbie Offline
Asisten Chaer.Newbie
**
Moderators
Posts: 1,295
Joined: Jan 2010
Reputation: 45
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
apapun fasenya yang penting teh botol sosro minumnya sehati hahahaah masih fase to have yang penting emak bisa naek haji aminnn mewek
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-10-2012, 11:37 AM
Post: #8
hyden1st Offline
./Devilz Officer
Posts: 77
Joined: Mar 2011
Reputation: 7
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 03:35 PM)assala Wrote:  
“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)


Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.

Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.

Fase pertama: fase to do

[Image: to_do_450.jpg]

Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang.

Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk.

Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa?

Fase kedua: fase to have

[Image: i-want-you-to-have-a-good-week_1955.gif]

Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini.

Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang.

Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkimpoian, keluarga, kesehatan, maupun spiritual.

Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka.

Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya.

Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi.

Fase ketiga: fase to be

[Image: cdcover-300.jpg]

Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin.

Memaknai hidup
Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu.

Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain.

Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?”

Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India.


Quote:Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi!

sumber dari kaskus smiley_beer

cek kulkas gan..
ane gk 33nya seneng
Visit this user's website Find all posts by this user
Quote this message in a reply
02-10-2012, 02:16 PM (This post was last modified: 02-10-2012 02:17 PM by assala.)
Post: #9
assala Away
Stay Cool and Be Positive ;)
**
Moderators
Posts: 2,202
Joined: Jan 2010
Reputation: 40
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-10-2012 12:02 AM)ndutz.newbie Wrote:  apapun fasenya yang penting teh botol sosro minumnya sehati hahahaah masih fase to have yang penting emak bisa naek haji aminnn mewek

amiiiinn
wah, si om mantap nih mantap jangan patah semangat om smangat


(02-10-2012 11:37 AM)hyden1st Wrote:  cek kulkas gan..
ane gk 33nya seneng

thanks om smiley_beer

wah, om hyden bkin fase sendiri yak? hmm
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
« Next Oldest | Next Newest »
Post Reply 


Topic Tools
Topic Link :
BBCode :
HTML Code :
View a Printable Version Send Thread to a Friend Subscribe to this thread
Submit Google Submit Face book Submit to Digg Submit to Reddit Submit to Furl Submit to Del.icio.us Submit to Jeqq

Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
Rainbow pidio hot yang mengelegar angkasa kuproy coy 10 197 06-14-2013 11:27 AM
Last Post: badwolves1986
Tongue Yang lagi galau asong123 9 153 06-08-2013 04:00 AM
Last Post: ScouT11
  Kisah Seorang Ibu Yang Memberikan Hadiah iPhone 5 Kepada Anaknya chaer.newbie 11 180 06-03-2013 05:27 PM
Last Post: ketek
  bisnis online lokal yang terbukti membayar zerofreedom 5 132 06-03-2013 02:05 PM
Last Post: arifajahh
  cari jati diri anda jibril 21 284 06-02-2013 12:59 AM
Last Post: mariachi
Big Grin selamat buat anggota DC yang lulus :hore jundulloh 36 405 05-26-2013 07:59 PM
Last Post: ScouT11
Big Grin Hubungkan lah tanggal lahir anda dengan kata2 ini DC™Rebels 35 1,421 05-24-2013 07:47 PM
Last Post: denny.satria
  Hacker yang dibego2in supermenganteng 48 5,210 05-15-2013 04:23 PM
Last Post: orochimadit
  10 Sifat Wanita Yang Diimpikan Pria Makan Nasi 6 113 05-14-2013 11:46 PM
Last Post: tabun
Photo 5 Karya IT Anak Bangsa yang di Akui Dunia jery 8 255 04-29-2013 09:00 PM
Last Post: mozila80

Users Browsing
1 Guest(s)

  • Contact Us
  • devilzc0de
  • Return to Top
  • Mobile Version
  • RSS Syndication
  • Help
Current time: 06-20-2013, 12:36 PM Powered By MyBB, © 2002-2013 MyBB Group. Theme created by Justin S. | Mixed By Chaer.Newbie | Fixed By Aditya

USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS. IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE