Home General Computer Multimedia Business Lounge
|
Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
|
|
02-09-2012, 03:35 PM
(This post was last modified: 02-09-2012 03:37 PM by assala.)
|
|||
|
|||
|
“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo) Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan. Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu. Fase pertama: fase to do
![]() Pada fase ini, orang masih produktif. Orang bekerja giat dengan seribu satu alasan. Tapi, banyak orang kecanduan kerja, membanting tulang, sampai mengorbankan banyak hal, tetap tidak menghasilkan buah yang lebih baik. Ini sangat menyedihkan. Orang dibekap oleh kesibukan, tapi tidak ada kemajuan. Hal itu tergambar dalam cerita singkat ini. Ada orang melihat sebuah sampan di tepi danau. Segera ia meloncat dan mulailah mendayung. Ia terus mendayung dengan semangat. Sampan memang bergerak. Tapi, tidak juga menjauh dari bibir danau. Orang itu sadar, sampan itu masih terikat dengan tali di sebuah tiang. Nah, kebanyakan dari kita, merasa sudah bekerja banyak. Tapi, ternyata tidak produktif. Seorang kolega memutuskan keluar dari perusahaan. Ia mau membangun bisnis sendiri. Dengan gembira, ia mempromosikan bisnisnya. Kartu nama dan brosur disebar. Ia bertingkah sebagai orang sibuk. Tapi, dua tahun berlalu, tapi bisnisnya belum menghasilkan apa-apa. Tentu, kondisi ini sangat memprihatinkan. Jay Abraham, pakar motivasi bidang keuangan dan marketing pernah berujar, “Banyak orang mengatakan berbisnis. Tapi, tidak ada hasil apa pun. Itu bukanlah bisnis.” Marilah kita menengok hidup kita sendiri. Apakah kita hanya sibuk dan bekerja giat, tapi tanpa sadar kita tidak menghasilkan apa-apa? Fase kedua: fase to have
![]() Pada fase ini, orang mulai menghasilkan. Tapi, ada bahaya, orang akan terjebak dalam kesibukan mengumpulkan harta benda saja. Orang terobesesi mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Meski hartanya segunung, tapi dia tidak mampu menikmati kehidupan. Matanya telah tertutup materi dan lupa memandangi berbagai keindahan dan kejutan dalam hidup. Lebih-lebih, memberikan secuil arti bagi hidup yang sudah dijalani. Banyak orang masuk dalam fase ini. Dunia senantiasa mengundang kita untuk memiliki banyak hal. Sentra-sentra perbelanjaan yang mengepung dari berbagai arah telah memaksa kita untuk mengkonsumsi banyak barang. Bahkan, dunia menawarkan persepsi baru. Orang yang sukses adalah orang yang mempunyai banyak hal. Tapi, persepsi keliru ini sering membuat orang mengorbankan banyak hal. Entah itu perkimpoian, keluarga, kesehatan, maupun spiritual. Secara psikologis, fase itu tidaklah buruk. Harga diri dan rasa kepuasan diri bisa dibangun dengan prestasi-prestasi yang dimiliki. Namun, persoalan terletak pada kelekatannya. Orang tidak lagi menjadi pribadi yang merdeka. Seorang sahabat yang menjadi direktur produksi membeberkan kejujuran di balik kesuksesannya. Ia meratapi relasi dengan kedua anaknya yang memburuk. “Andai saja meja kerja saya ini mampu bercerita tentang betapa banyak air mata yang menetes di sini, mungkin meja ini bisa bercerita tentang kesepian batin saya…,” katanya. Fase itu menjadi pembuktian jati diri kita. Kita perlu melewatinya. Tapi, ini seperti minum air laut. Semakin banyak minum, semakin kita haus. Akhirnya, kita terobsesi untuk minum lebih banyak lagi. Fase ketiga: fase to be
![]() Pada fase ini, orang tidak hanya bekerja dan mengumpulkan, tapi juga memaknai. Orang terus mengasah kesadaran diri untuk menjadi pribadi yang semakin baik. Seorang dokter berkisah. Ia terobesesi menjadi kaya karena masa kecilnya cukup miskin. Saat umur menyusuri senja, ia sudah memiliki semuanya. Ia ingin mesyukuri dan memaknai semua itu dengan membuka banyak klinik dan posyandu di desa-desa miskin. Memaknai hidup Ia memaknai hidupnya dengan menjadi makna bagi orang lain. Ada juga seorang pebisnis besar dengan latar belakang pertanian hijrah ke desa untuk memberdayakan para petani. Keduanya mengaku sangat menikmati pilihannya itu. Fase ini merupakan fase kita menjadi pribadi yang lebih bermakna. Kita menjadi pribadi yang berharga bukan karena harta yang kita miliki, melainkan apa yang bisa kita berikan bagi orang lain. Hidup kita seperti roti. Roti akan berharga jika bisa kita bagikan bagi banyak orang yang membutuhkan. John Maxwell dalam buku Success to Significant mengatakan “Pertanyaan terpenting yang harus diajukan bukanlah apa yang kuperoleh. Tapi, menjadi apakah aku ini?” Nah, Mahatma Gandhi menjadi contoh konkret pribadi macam ini. Sebenarnya, ia menjadi seorang pengacara sukses. Tapi, ia memilih memperjuangkan seturut nuraninya. Ia menjadi pejuang kemanusiaan bagi kaum papa India. Quote:Nah, di fase manakah hidup kita sekarang? Marilah kita terobsesi bukan dengan bekerja atau memiliki, tetapi menjadi pribadi yang lebih matang, lebih bermakna dan berkontribusi! sumber dari kaskus
|
|||
Reputed by : chaer.newbie(+2) , lionel(+1) , ditatompel(+1) , ketek(+1) , hyden1st(+1) |
|
02-09-2012, 04:10 PM
|
|||
|
|||
|
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
gw udah pernah ngerasain hampir semua fase kayaknya , sekarang lagi di fase Fase ketiga: fase to be
|
|||
|
02-09-2012, 04:16 PM
|
|||
|
|||
| RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??) | |||
|
02-09-2012, 04:23 PM
|
|||
|
|||
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 03:35 PM)assala Wrote: [font=Verdana] ![]() ![]() keknya masih terjebak di fase ini... itu aja kaga tau apa yg musti dilakukan ![]() thankz om jd dpt lebih intropeksi diri ![]() tetep ![]() menjalani hidup ![]() Quote:nobody can go back and start new begining but anyone can start today and make new ending
|
|||
|
02-09-2012, 04:25 PM
|
|||
|
|||
|
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
hidup soal kontribusi bukan soal konsistensi (tante nofia)
![]() _____
|
|||
|
02-09-2012, 04:38 PM
|
|||
|
|||
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 04:23 PM)lionel Wrote: sama-sama bro ![]() btw, quotenya mantap om ![]() (02-09-2012 04:25 PM)cangcimen Wrote: hidup soal kontribusi bukan soal konsistensi (tante nofia) lanjutkan!!
|
|||
|
02-10-2012, 12:02 AM
|
|||
|
|||
|
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
apapun fasenya yang penting teh botol sosro minumnya
hahahaah masih fase to have yang penting emak bisa naek haji aminnn
|
|||
|
02-10-2012, 11:37 AM
|
|||
|
|||
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-09-2012 03:35 PM)assala Wrote: cek kulkas gan.. ane gk 33nya
|
|||
|
02-10-2012, 02:16 PM
(This post was last modified: 02-10-2012 02:17 PM by assala.)
|
|||
|
|||
RE: Pribadi To Do, To Have, atau To Be (Yang manakah Anda??)
(02-10-2012 12:02 AM)ndutz.newbie Wrote: apapun fasenya yang penting teh botol sosro minumnya amiiiinn wah, si om mantap nih jangan patah semangat om ![]() (02-10-2012 11:37 AM)hyden1st Wrote: cek kulkas gan.. thanks om ![]() wah, om hyden bkin fase sendiri yak?
|
|||
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
| Topic Tools | ||||||
| ||||||
| Users Browsing |




![[Image: to_do_450.jpg]](http://www.geeksyrup.com/wp-content/uploads/2011/06/to_do_450.jpg)
![[Image: i-want-you-to-have-a-good-week_1955.gif]](http://www.orkugifs.com/en/images/i-want-you-to-have-a-good-week_1955.gif)
![[Image: cdcover-300.jpg]](http://www.howtobemovie.com/soundtrack/cdcover/cdcover-300.jpg)









hahahaah masih fase to have yang penting emak bisa naek haji aminnn









