Home General Computer Multimedia Business Lounge
|
DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
|
|
01-21-2012, 08:58 PM
|
|||
|
|||
|
DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
Pemandangan yang sangat kontras lagi ironis kembali terhampar ditengah rakyat Indonesia. Ditengah kesusahan yang tak berkesudahan melanda rakyat, bencana alam yang tak bosan-bosannya menghampiri alam Indonesia, kita disuguhkan dengan pemandangan perilaku ‘hedonisme’ anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik ini. Betapa tidak, disaat bencana alam seperti banjir menghantam beberapa daerah sehingga menyebabkan kerusakan materiil maupun non materiil, anggota Dewan kita justeru menyibukkan diri dengan membuat proyek-proyek mewah di gedung DPR.
Banjir yang menimpa daerah seperti di Jakarta, Banten, Pati, beberapa daerah di Jawa Timur, dan daerah lainnya di Indonesia telah merusak sejumlah harta benda masyarakat. Tak sedikit pula lahan-lahan pertanian yang terkena imbas dari banjir ini. Fasilitas-fasilitas pendidikan juga banyak yang mengalami kerusakan. Dilain pihak DPR kita sibuk merenovasi ruangan rapatnya hingga miliaran Rupiah. Merenovasi toilet kantornya hingga miliaran rupiah juga. Inilah pemandangan yang sangat kontras lagi ironis yang tengah dipertontonkan di negeri ini. Rakyat menjadi penonton dan membisu. Hedonisme Ala DPR Dengan perilaku DPR yang aneh akhir-akhir ini membuat rakyat kini bertanya-tanya, apa sebenarnya tugas dari DPR itu? Apakah DPR memang benar-benar pembela rakyat? Atau bahkan DPR sekarang ‘tak membela’ rakyat lagi dan bahkan tengah berusaha memangsa rakyatnya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan itu sah-sah saja jika keluar dari mulut rakyat yang tengah dilanda kekecewaan. Berbicara mengenai perilaku anggota DPR yang cenderung ‘hedon’ akhir-akhir ini memang membuat hati kita bertanya-tanya. Apa sebenarnya yang tengah dipertontonkan DPR kita kepada rakyat. Proyek-proyek mewah yang menyedot banyak uang negara sekarang tengah digalakkan dilingkungan gedung wakil rakyat. Tengok saja, proyek renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) saja memakan biaya dua puluh miliar lebih. Sungguh angka yang sangat fantastis untuk sekedar merenovasi ruang rapat. Mungkin untuk membangun satu rumah saja tak sampai dua miliar. Apa yang direnovasi dengan ruangan itu. Sehingga harus merogoh cukup dalam kas negara kita. Yang lebih anehnya lagi, proyek renovasi ruang rapat Banggar tidak diketahui oleh para pimpinan Dewan. Mereka terkesan kaget dan bertanya-tanya. Seakan tidak tahu-menahu mengenai duduk persoalan tersebut. Seperti apa yang disampaikan oleh ketua DPR-RI, Marzuki Alie, “Saya kaget ditanya wartawan tentang renovasi ruang Banggar senilai Rp 20 miliar, lebih kaget lagi setelah Sekjen mengatakan bahwa itu betul. Oleh karena itu saya minta BPK dan KPK untuk turun tangan dan memeriksa apakah ada yang tidak beres dengan renovasi ruangan itu,” Begitulah kata politisi asal Partai Demokrat itu seperti dilansir oleh wartanews.com. Marzuki Alie terkesan menyalahkan Sekjen DPR, “Itu urusan Sekjen DPR, kita tidak ada urusan. Kalau kita ngomong nanti malah salah karena kita tidak tahu apa,” Tetapi pernyataan ketua DPR tersebut langsung dibantah oleh Ketua Sekretariat Jenderal DPR RI, Nining Indra Saleh yang menegaskan bahwa pembangunan ruang rapat Bandan Anggaran telah dilakukan atas izin Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Ketua BURT yang juga ketua DPR Marzuki Alie. Meski ia selalu mengatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan kebijakan Setjen dan dirinya tidak tahu menahu, (wartanews.com). Pernyataan Marzukie Alie tentang ketidaktahuan mengenai proyek renovasi ruang Banggar juga menuai kritikan dari beberapa anggota DPR lainnya. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani juga melontarkan kritikan kepadanya. Ahmad Yani meyakini ketua BURT Marzukie Alie mengetahui renovasi ruangan Banggar Rp 20 Miliar. Jika Marzukie mengaku tidak tahu menurut Yani, hal itu bentuk upaya cuci tangan, “Saya yakin pak Marzuki tahu. Mana mungkin Sekjen berani berjalan sendiri,” Tambahnya, “Soal katering haji dia ribut, soal renovasi didepan mata masak tidak tahu. Jangan persoalan ini seluruhnya dilimpahkan ke Sekjen, sama saja pemimpinnya tidak mau bertanggungjawab,” (detiknews.com). Begitulah wajah para pemimpin negeri ini. Mereka selalu menyalahkan satu sama lain ketika ada suatu permasalahan muncul, tanpa mau mengoreksi kesalahannya sendiri. Pengakuan ketidakahuan pimpinan DPR mengenai sejumlah proyek-proyek mencurigakan diinternal DPR jelas menjadi pertanyaan serius. Kemana selama ini mereka semua. Bukankah mereka dibayar untuk mewakili rakyatnya. Memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi dan kemauan rakyat. Bukan malah tidak bertanggungjawab ketika ada kebijakan-kebijakan yang melukai hati rakyat yang diwakilinya. Atau jangan-jangan anggota DPR kita hanya akan serius bekerja ketika musim penganggaran telah tiba. Membuat kebijakan-kebijakan yang menyangkut APBN, sehingga mereka dapat merasakan enaknya bagi-bagi kue APBN tersebut. ![]() Renovasi ruangan rapat Banggar hanya sebagian kecil dari perilaku anggota Dewan yang terkesan sangat hedon. Perombakan toilet gedung DPR yang memakan biaya lebih Rp 2 miliar merupakan potret perilaku hedon ala DPR lainnya. Belum lagi pengadaan layar LED yang dipasang didepan gedung yang juga memakan biaya miliran rupiah. Pembuatan kalender DPR miliaran rupiah juga ikut menambah menyakiti hati rakyat. Itu perilaku ‘hedonisme’ DPR yang menyangkut kebijakan demi kenyamanan mereka. Yang sebenarnya tidak menjamin akan berbanding lurus dengan kinerja yang memuaskan dengan adnya fsilitas-fasilitas yang serba mewah tersebut. Mobil-mobil mewah dan keluaran terbaru menjadi salah satu atribut yang digunakan oleh anggota DPR dalam kesehariaannya. Pemandangan kontras inilah yang sedang terjadi di negeri ini. Ketika rakyat tengah dilanda kesusahan, DPR nya justeru bermewah-mewahan ria. Sungguh ironi yang acapkali menyesakkan dada bagi siapa saja yang merasa terskiti akibat ulah anggota Dewan yang melupakan darimana dia bersal. ‘Tak Membela’ Rakyat Perilaku-perilaku yang sarat dengan kontroversi tersebut memang dapat melukai hati rakyat. DPR yang sejatinya sebagai lembaga pengawas kini justeru terawasi. Sebagai lembaga legislatif sudah seharusnya Dewan Perwakilan Rakyat mengawasi kinerja serta kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh lembaga eksekutif. Agar jangan samapi kebijakan yang dikeluarkannya dapat merugikan rakyat. Sudah seharusnya kewajiban anggota Dewan adalah membela rakyatnya. Membela apa yang menjadi hak-hak rakyat yang diwakilinya. Bukan malah sebaliknya, melukai dan menyakiti hati rakyat. Jika yang mengawasi dan yang diawasi sudah sama-sama melakukan korupsi, maka kepada siapa lagi rakyat akan percaya. Kepada siapa lagi rakyat akan menggantungkan harapan-harapannya tentang Indonesia yang bersih dari prakti-praktik korupsi. Diakui atau tidak, kebijakan mengenai proyek-proyek mewah di internal DPR menimbulkan sepekulasi-spekulasi buruk terhadap citra DPR itu sendiri. Dapat kita bayangkan, hanya untuk merenovasi ruang rapat Banggar saja menelan biaya puluhan miliar rupiah. Indikasi adanya praktik korupsi didalamnya pun mengemuka. Karena memang proyek tersebut diluar kewajaran serta kepatutan. Belum lagi material yang digunakan didalamnya, hampir semuanya menggunakan produk impor. Ini menambah luka rakyat Indonesia. DPR yang seharusnya menjadi contoh dalam memberdayakan produk bangsa sendiri justeru sebaliknya, mempertontonkan kemewahan produk asing. Rentetan perilaku yang sama sekali tidak merakyat tersebut semakin memperburuk citra DPR di mata rakyat. Rakyat merasa telah dibohongi oleh para wakilnya di gedung parlemen. Dipermukaan mereka terkesan membela rakyat mati-matian. Tetapi itu hanya salah satu pencitraan DPR saja untuk menutupi perilakunya yang tak lagi ‘membela’ rakyat. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahyo Kumolo juga menganggap perilaku DPR yang bermewah-mewahan itu dapat memperburuk citra DPR itu sendiri. “Sangat merugikan, kualitas DPR ditentukan dengan tingkat pengambilan keputusan, pada tingkat disiplin bukan hal-hal seperti tadi, soal membangun gedung, soal membangun toilet, meremajakan parkir mobil saya kira itu bukan kewenangan DPR.” Begitulah potret buram pemimpin di negeri ini. Pemimpin seharusnya melayani rakyat bukan minta dilayani oleh rakyat. Anggota Dewan seharusnya menyampaikan aspirasi rakyat bukan menyengsarakan rakyat. Anggota Dewan seharusnya serius dalam rapat-rapat pembahasan kebijakan demi kepentingan rakyat, bukan malah tidur ketika rapat sedang berlangsung. Sehingga tidak tahu-menahu mengenai kebijakan yang melukai hati dan perasaan rakyat. Demikian seharusnya yang dilakukan oleh anggota DPR kita. Membela dan memperjuangkan rakyat, bukan malah terkesan ‘tak membela’ rakyat. Sebagai penutup, sepertinya lirik lagu Iwan Fals cukup sesuai untuk mengingatkan kembali wakil rakyat kita, “Untukmu yang duduk sambil diskusi, untukmu yang biasa bersafari, disana digedung DPR. Wakil rakyat kumpulan orang hebat, bukan kumpulan teman-teman dekat, apalagi sanak famili. Dihati dan lidahmu kami berharap, suara kami tolong dengar lalu sampaikan, jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam. Dikantong safarimu kami titipkan, masa depan kami dan negeri ini, dari sabang sampai merauke,….Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat. Wakil rakyat bukan paduan suara, hanya tahu nyanyian lagu setuju,” Semoga saja demikian adanya. |
|||
Reputed by : ketek(+1) |
|
01-21-2012, 09:00 PM
|
|||
|
|||
|
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
kalo ane, seandainya emang kalo ruangan bagus terus hasilnya juga bagus gapapa, tapi ini hasilnya suram, ane bayar pajak juga mikir kadang2, paling ujung2nya pajak duitnya kekantong2
|
|||
|
01-21-2012, 09:03 PM
|
|||
|
|||
|
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
jadi keinget draft artikel "Surat cinta buat DPR", lanjutin nulis ah....
![]() (01-21-2012 09:00 PM)b374ks Wrote: kalo ane, seandainya emang kalo ruangan bagus terus hasilnya juga bagus gapapa, tapi ini hasilnya suram, ane bayar pajak juga mikir kadang2, paling ujung2nya pajak duitnya kekantong2 kayak punya duit aja, sok mikir2 bayar pajak abang kita ini.....
|
|||
|
01-21-2012, 09:04 PM
|
|||
|
|||
|
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
kalo DPR-nya amerika bikin SOPA
DPR kita maen "soap" terus
|
|||
|
01-21-2012, 09:06 PM
|
|||
|
|||
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
(01-21-2012 09:03 PM)t3k0 Wrote: jadi keinget draft artikel "Surat cinta buat DPR", lanjutin nulis ah.... buat ane keluarga nomer 1
|
|||
|
01-21-2012, 09:08 PM
|
|||
|
|||
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
mau dibawa kemana ini
|
|||
|
01-21-2012, 09:09 PM
|
|||
|
|||
|
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
seharusnya WC aja yg di perbaiki dan di jadikan ruang rapat...
biar nyampur sama eek.. |
|||
|
01-21-2012, 09:18 PM
|
|||
|
|||
|
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
Tapi ane lucunya proyek pengharum ruangan ampe 1,59 M Apa saking mahalnya karena Bau busuk anggota DPR yang telah merajalela di gedung DPR tapi semakin ditutupi bau busuk malah semakin merjalela Betul Tidak??
![]()
|
|||
|
01-21-2012, 09:25 PM
|
|||
|
|||
|
RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat*
Miris bner dah ama wakil rakyat negara kita ini..
kl g ada regenasi wkil rkyatnya, yah kpan mau maju.. ![]() oh noo ![]()
|
|||
|
01-21-2012, 09:34 PM
|
|||
|
|||
| RE: DPR ‘Tak Membela’ Rakyat* | |||
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
| Topic Tools | ||||||
| ||||||
| Users Browsing |


![[Image: Ruang-Banggar-20-milyar.jpg]](http://amilzakat.com/wp-content/uploads/2012/01/Ruang-Banggar-20-milyar.jpg)










mau dibawa kemana ini








